ARTIKEL BIMBINGAN KONSELING
Bimbingan dan konseling
merupakan suatu proses kesinambungan bantuan yang diberikan dimaksudkan agar
individu yang bersangkutan dapat mengarahkan dirinya sesuai dengan potensinya.
Bidang bimbingan dalam bimbingan konseling meliputi 4 bidang bimbingan , yaitu
: bidang bimbingan pribadi, bidang bimbingan sosial, bidang bimbingan belajar,
dan bidang bimbingan karier.
1.
Bidang Bimbingan Pribadi
Bimbingan
ini untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah pribadi yang dapat menganggu kegiatan belajar,
apabila siswa punya masalah dan belum dapat diatasi akan cenderung terganggu konsentrasi dalam belajarnya,
akibatnya prestasi belajar rendah.Yang
notabene harus tetap diberikan kepada seluruh siswa, baik siswa yang bermasalah atau tidak. Beberapa masalah
pribadi yang memerlukan bantuan konselor akibat
suatu konflik meliputi :
·
Perkembangan intelektual dengan
emosionalnya
·
Bakat dengan aspirasi lingkungannya
·
Kehendak siswa dengan orangtua atau
lingkungannya
2.
Bidang Bimbingan Sosial
Bimbingan
ini dimaksudkan untuk membantu siswa dalam merencanakan mengatasi kesulitan yang berkaitan dengan masalah sosial, sehingga
tercipta suasana belajar mengajar yang
kondusif. Bimbingan ini kerap diberikan pada siswa yang merasa kesulitan dalam membina pergaulan karena
beberapa hal, baik dari luar atau dalam.Menurut
Abu Ahmadi bimbingan sosial meliputi :
·
Memperoleh kelompok belajar dan bermain
yang sesuai
·
Membantu memperoleh persahabatan yang
sesuai
·
Membantu mendapatkan kelompok sosial
untuk merencanakan masalah tertentu
3.
Bidang Bimbingan Belajar
Bimbingan
ini harus diberikan secara kontinuitas selama kegiatan belajar berlangsung, setiap guru pembimbing wajib
memantau hasil kegiatan belajar siswa asuhannya,
tentu harus kerjasama dengan wali kelas. Bimbingan belajar meliputi :
·
Cara belajar, baik belajar secara kelompok atau
individu
·
Cara bagaimana merencanakan waktu dan keiatan
belajar
·
Efisiensi dalam menggunakan buku pelajaran
·
Cara mengatasi kesulitan yang berkaitan dengan
mata pelajaran
·
Cara, proses, dan prosedur tentang mengikuti
pelajaran
Dalam
bidang bimbingan belajar terdapat butir – butir bimbingan belajar antara lain :
a. Pemantapan
sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dan efisiensi serta produktif, baik
dalam mencari informasi dari berbagai sumber belajar, bersikap pada guru dan
nara sumber lainnya, mengembangkan ketrampilan belajar, mengerjakan tugas -
tugas pelajaran dan menjalani program penilaian hasil belajar.
b. Pemantapan
disiplin belajar dan berlatih, baik secara mandiri maupun berkelompok.
c. Pemantapan
penguasaan materi program belajar disekolah sesuai dengan perkembangan ilmu,
teknologi dan kesenian
d. Pemantapan
pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial dan budaya yang ada di sekolah,
lingkungan sekitar dan masyarakat untuk pengembangan pengetahuan dan kemamapuan
serta pengembangan pribadi.
e. Orientasi
belajar untuk pendidikan tambahan dan pendidikan yang lebih tinggi.
4. Bidang
Bimbingan Karier
Bimbingan karier yaitu
bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan, pengembangan dan pemecahan masalah – masalah karier, seperti :
pemahaman terhadap jabatan dan tugas
– tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan
pengembangan karier, penyesuaian pekerjaan, dan pemecahan masalah – masalah karier yang dihadapi.
Bimbingan karier juga
merupakan layanan pemenuhan kebutuhan perkembangan individu sebagai bagian intregal dari program pendidikan.
Bimbingan karier terkait dengan perkembangan
kemapuan kognitif, afektif, maupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep diri yang positif, memahami
proses pengambilan keputusan maupun perolehan
pengetahuan dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki sistem kehidupan sosial budaya yang terus
menerus berubah.
Dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa bimbingan karier merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami
dirinya, mengenal dunia kerjanya,
mengembangkan masa depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan. Lebih lanjut menentukan
dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung
jawab atas keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya secara bermakna.
Tujuan
umum diadakan bimbingan karier di sekolah adalah sebagai berikut : “Membantu
siswa dalam memahami diri dan lingkungannya dalam mengambil keputusan, merencanakan dan
pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karier dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena
sesuai, serasi, dan seimbang dengan
dirinya dan lingkungannya”. (Sukardi,1984 : 31). Sedangkan tujuan khusus yang menjadi sasaran pelaksanaan Bimbingan Karier
di Sekolah menurut Drs. Dewa ketut Sukardi,
adalah :
·
Siswa dapat meningkatkan pengetahuannya
tentang dirinya sendiri (self konsept )
·
Siswa dapat meningkatkan pengetahuannya
tentang dunia kerja
·
Siswa dapat mengembangkan sikap dan
nilai diri sendiri dalam menghadapi pilihan lapangan kerja dalam persiapan
memasukinya
·
Siswa dapat meningkatkan keterampilan
berpikir agar mampu mengambil keputusan tenntang jabatan yang sesuai
dengan dirinya dan tersedia dalam dunia kerja
·
Siswa dapat menguasai keterampilan dasar
yang penting dalam pekerjaan terutama kemampuan berkomunikasi, berkerja sama
berprakarsa dan sebagainya
Agar
Bimbingan Karier di sekolah dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka
beberapa pandangan tentang prinsip - prinsip Bimbingan
Karier perlu diperhatikan para pembimbing khususnya dan administrator Sekolah pada umumnya terutama dalam
penyusunan program Bimbingan Karier di sekolah.
Secara umum prinsip-prinsip Bimbingan
Karier di sekolah di antaranya adalah :
ü Seluruh
siswa hendaknya mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya
dalam pencapaian kariernya secara tepat.
ü Siswa
hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukup memadai terhadap
dirinya sendiri dan kaitannya dengan perkembangan sosial dan perencanaan
karier.
ü Siswa
secara keseluruhan dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara
pendidikan dengan kariernya.
ü Siswa
pada setiap tahap program pendidikannya hendaknya memiliki pengalaman yang
berorientasi pada karier secara berarti dan realistik.
ü Program
Bimbingan Karier hendaknya memiliki tujuan untuk merangsang pendidikan siswa .
ü Program
Bimbingan Karier di Sekolah hendaknya berpusat di kelas, dengan dikoordinasi
oleh pembimbing disertai partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat
SUMBER :
Ø Materi
Matakuliah BK Belajar dari Bpk Prasetyo (Alm)
